Tampilkan postingan dengan label rasul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rasul. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Maret 2013

Dimulai Dari Bismillah

Bismillah..

Mari kita mulai dengan bismillah, karena Allah dan Rasul memerintahkan hal tersebut. Dalam hadist Rasul penah bersabda :
"Setiap pekerjaan yang baik, jika tidak dimulai dengan Bismillah maka pekerjaan tersebut akan terputus"

Dari hadits tersebut kita bisa menyimpulkan bahwasanya segala aktivitas kita harus dimulai dengan membaca Bismillah karena didalam bismallah terdapat pahala dan keberkahan dari Allah.

Ada beberapa manfaat ketika kita memulai aktivitas dengan membaca bismillah :

  1. Terhindar dari Godaan Syetan yang Terkutuk
    Ketika kita mengucapkan basmallah maka kita akan senantiasa mengingat Allah dan syetan tidak akan mendekati kita. Rasul pernah bersabda :
    "Apabila seorang masuk kerumahnya dengan membaca bismillah dan ketika makannya pun membaca bismillah, maka : 'Tidak ada tempat istirahat dan makan untuk kalian' Namun apabila ada seorang ketika masuk kerumahnya tidak membaca bismillah dan makanpun tidak membaca bismillah, maka setan berkata 'Kalian telah mendapatkan tempat istirahat dan tempat makan'"
  2. Mendapatkan Berkah
    Setiap aktivitas yang baik yang dimulai dengan membaca bismillah maka akan mendapatkan berkah dari Allah. Karena didalam Bismillah terdapat unsur keyakinan kepada Allah yang memberikan kekuatan kepada kita.
  3. Terlindung dari Gangguan Jin
    Rasul pernah bersabda :
    "Penghalang antara mata jin dan aurat bani adam apabila salah seorang dari mereka melepas pakaiannya ialah dengan membaca bismillah"
    Terlindunginya kita dari gangguan jin akan semakin memfokuskan kita untuk beribadah.

Do'a yang Dikabulkan

Bismillah..

Selamat Pagi, Semangat Pagi semoga kita semua tetap tidak lupa untuk tetap mencari ridha Allah..

Saya ingin sedikit bercerita tentang seorang sahabat Rasul yang bernama Uwais Al-Qarni, Rasul pernah bercerita tentang Uwais Al-Qarni tanpa pernah melihat wajahnya.

Belilau bersabda tentang Uwais Al-Qarni :
"Dia adalah seorang penduduk Yaman, dari daerah Qarn dan berasal dari kabilah Murad. Ayahnya telah meninggal. Dia hidup bersama ibunya dan sangat berbakti kepadanya. Dia pernah terkena penyakit kusta. Kemudian dia berdo'a kepada Allah, lalu do'anya dikabulkan oleh Allah. Tetapi masih ada bekas sebesar dirham dikedua lengannya. Sungguh, dia adalah pemimpin para tabi'in "

Kemudian Rasul bersabda kepada umar :
"Jika engkau(Umar Bin Khattab) bisa meminta kepadanya untuk memohon ampun kepada Allah untuk mengampunkan segala dosamu maka lakukanlah!"

Kemudian Umarpun bertanya kepada para jama'ah haji dari Yaman di Baitullah pada musim haji :
"Apakah diantara kalian ada warga yang bernama Uwais Al-Qarni?"

Kemudian mereka menjawab :
"Ada"

Umar lanjut bertanya kembali :
"Bagaimana keadaan dia ketika kalian meninggalkannya?"

Kemudian mereka menjawab :
"Kami meninggalkannya dalam keadaan miskin harta benda dan pakaiannya yang usang"

Kemudian Umar berkata kepada mereka :
"Celakalah kalian! Sungguh Rasul pernah bercerita tentangnya bahwasanya dia bisa memohon ampun untuk kalian, maka Lakukanlah!"

Dan setiap tahun kepada jama'ah haji yang berasal dari Yaman Umar selalu bertanya tentang Uwais Al-Qarni sampai suatu ketika akhirnya Umarpun bertemu dengannya.

Untuk memastikan lebih dulu Umar bertanya :
"Siapakah namamu?"

Dia menjawab :
"Uwais Al-Qarni"

Kemudian untuk memastikannya lagi Umar kembali bertanya :
"Bukankah engkau berasal dari jama'ah haji rombongan Yaman? Kalau boleh tahu Yamannya di daerah mana ya?"

Dia menjawab :
"Di Qarn"

Dan untuk memastikannya lagi Umar kembali bertanya :
"Tepatnya berasal dari Kabilah apa ya?"

Dia menjawab :
"Dari Kabilah Murad"

Terus Umar bertanya lagi :
"Bagaimana dengan Ayahmu?"

Dia menjawab :
"Ayahku telah meninggal dunia, sekarang saya hidup bersama Ibuku"

Umar kembali bertanya lagi dan lagi :
"Dan sekarang bagaimana keadaanmu sekarang bersama Ibumu?"

Dia menjawab :
"Saya berharap bisa senantiasa berbakti padanya"

Dan Umarpun lanjut bertanya lagi :
"Apakah engkau pernah sakit sebelumnya?"

Dia menjawab :
"Iya saya pernah terkena sakit kusta, lalu saya berdo'a kepada Allah dan akhirnya saya diberi kesembuhan"

Dan untuk yang terakhir kalinya Umar bertanya :
"Apakah masih ada bekas dari penyakit tersebut?"

Dia menjawab :
"Iya dilenganku masih ada bekas sebesar dirham"

Kemudian Umar memeluknya dan berkata :
"Engkaulah orang yang diceritakan oleh Rasul wahai saudaraku, mohonkanlah ampun kepada Allah untukku"

Dan akhirnya Uwais Al-Qarni mengabulkan permintaan Umar.

Dari kisah diatas ada beberapa pelajaran yang bisa diambil diantaranya :

  1. Umar adalah seseorang yang menghargai perintah pimpinannya, ketika Rasul memerintahkan mencari Uwais Al-Qarni dan memohonkan ampun untuknya maka Umar langsung melakukannya.
  2. Sebelum perintah dari Rasul tunai, Umar tidak menyerah dan terus menerus mencari Uwais Al-Qarni dan akhirnya ketemu.
  3. Do'a yang dikabulkan tentunya berasal dari do'a anak yang sholeh.
Demikianlah sepenggal kisah tentang Uwais Al-Qarni, kisah ini saya kutip dari : Uwais Al-Qarni

Kamis, 10 Januari 2013

Berkasih Sayang Sesama Mukmin

Salam GMP!!..
Become to be Leader!!..

Berkasih Sayang Sesama Mukmin

Allah pernah berfirman dalam surah al-fath ayat 49 sebagai berikut :
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya"

pada ayat yang disebutkan diatas disebutkan bahwasanya orang-orang yang bersama-sama berjuangan menegakan dien islam bersama rasul adalah mereka yang berkasih sayang sesama mukmin dan bersifat keras terhadap orang-orang kafir, akan tetapi yang akan dibahas ditulisan ini adalah bagaimana berkasih sayang sesama mukmin dan fenomenanya.

Salah satu kunci sukses dakwah rasul di yastrib dan mekah adalah dengan rasa kasih sayang, rasul selalu menyayangi umatnya melebihi beliau menyayangi diri beliau sendiri.

Ada satu kisah seru tentang kasih sayang sesama mukmin, suatu ketika rasul dan para sahabatnya berada di Majlis Ta'lim, ketika itu rasul berkata "wahai para sahabatku sebentar lagi seorang ahli surga akan datang melewati Majlis Ta'lim ini"

Seketika itu pula sang ahli surga tersebut lewat dan tiba-tiba setelah Majlis Ta'lim tersebut selesai salah satu sahabat yang ada di Majlis Ta'lim tersebut mengikuti gerak-gerak sang ahli surga tadi dan saking penasarannya dia pun sampai rela berbohong demi mendapatkan informasi tentang sang ahli surga tersebut.

Ketika itu sahabat tersebut berkata seperti ini, "wahai saudaraku izinkanlah aku menginap disini dikarenakan aku sedang ada masalah dengan istriku yang ada dirumah" dan sang ahli surga pun menjawab "Oke silahkan"..

Selang tiga hari kemudian, sang sahabat berfikir untuk bertanya langsung kepada orang tersebut, orang yang dijuluki oleh rasul sang ahli surga, akhirnya sahabat tersebut bertanya "wahai saudaraku maafkan aku, aku telah berbohong sebelumnya sebenarnya aku tidak ada masalah dengan isitriku dirumah, rasul berkata padaku bahwasanya engkau adalah ahli surga tapi setelah aku amati selama tiga hari engkau itu ibadahnya tidak lebih baik dari aku, wahai saudaraku sebenarnya apa yang membuat rasul sampai menggelari dirimu sang ahli surga"..

akhirnya sang ahli surga tersebut tersenyum dan menjawab seperti ini "sebenarnya sebelum aku tidur aku selalu memohon ampun kepada allah atas apa-apa yang telah aku perbuat terhadap sahabat-sahabatku yang pernah aku temui dalam keseharianku dan aku juga selalu memohon ampun atas dosa-dosa yang pernah diperbuat oleh sahabatku"..

Setelah peristiwa tersebut sahabat tersebut hadir kembali di Majlis Ta'lim dan menceritakan semuanya kepada rasul dan rasulpun membenarkan hal trersebut bahwasanya berkasih sayang sesama mukmin itu merupakan kewajiban yang harus dijalankan.

Oleh karena itu jika kita ingin hidup dilingkungan yang indah seperti dikehidupannya rasul berkasih sayanglah terhadap sesama saudara kita yang mukmin dan cintailah mereka melebihi kamu mencintai dirimu sendiri.